Text
SEBARAN NIKEL LATERIT DAN KORELASI ANTAR UNSUR Ni DENGAN Co, Fe, SiO2, DAN MgO PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT BERDASARKAN DATA PENGEBORAN DI BLOK X KABUPATEN HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA
XMLNikel merupakan komoditas yang tidak akan berhenti diperbincangkan karena merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh banyak industri, seperti industri baja tahan karat (stainless steel), baterai, logam paduan, dan pelapisan logam. Karena dibutuhkan untuk berbagai keperluan industri, nikel dianggap
sebagai komoditas yang strategis. Pembuatan peta sebaran unsur Ni baik dari zona (Limonite dan zona Saprolite) dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) serta analisis geostatisik untuk mengetahui korelasi Unsur Ni dengan unsur Co, Fe, MgO, dan SiO2.
Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui profil zonasi nikel laterit pada topsoil, limonite, saprolite dan bedrock daerah penelitian dengan menggunakankorelasi litologi menggunakan 26 titik bor dengan data primer 5 titik, Mengetahuizona sebaran kadar Ni secara lateral. Pembagian zonasi top soil, limonite, saprolite dan bedrock pada endapan nikel laterit di daerah penelitian merupakan hasil
pelapukan bertahap batuan ultramafik, seperti peridotite dan harzburgit, yang membentuk empat zona utama: tanah penutup, limonite, saprolite, dan batuan dasar. Zona limonite berada di bagian atas, terbentuk di iklim tropis lembap, didominasi mineral goethite dan hematite, rata rata ketebalannya zona limonite yaitu berada di ketebalan 0-9 meter, serta mengandung kadar rata rata nikel yaitu
0,3%–1,3%. Zona saprolite berada di bawahnya, rata rata ketebalannya yaitu berada di ketebalan 8-24 meter dengan kadar rata rata kadar nikel yaitu 0,6%–1,9%, dominan di utara dan selatan area studi.
Hasil uji korelasi di zona laterit wilayah penelitian menunjukkan bahwa hubungan antar unsur Ni dengan Co, Fe, SiO₂, dan MgO memiliki nilai koefisien korelasi sangat rendah. Hubungan Ni-Co dan Ni-Fe bersifat positif lemah, mengindikasikan bahwa peningkatan kadar Ni tidak selalu diikuti peningkatan Co
dan Fe secara signifikan. Ni-SiO₂ menunjukkan korelasi negatif lemah, karena kadar SiO₂ cenderung tinggi di zona saprolite yang mengalami pelapukan lanjut, sedangkan Ni lebih banyak di zona dengan silika rendah akibat proses leaching.Hubungan Ni-MgO positif lemah, karena meski MgO berasal dari olivin dan
serpentinit di zona saprolite bersama akumulasi Ni, distribusinya tetap bervariasi akibat perbedaan intensitas pelapukan dan litologi. Secara keseluruhan, korelasi antar unsur lemah karena sebaran Ni lebih dipengaruhi oleh faktor morfologi, pelapukan.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Nizar Qotadah Fauzan - Personal Name
|
| Student ID |
22131016
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
34301
|
| Edisi | |
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2025 |
| Edisi | |
| Subyek | |
| No Panggil |
REF 551 NIZ s
|
| Copyright | |
| Doi |








