Text
OPTIMASI PROSES DETOKSIFIKASI TERHADAP KONSENTRASI ARSENIK DAN TEMBAGA DI PT BUMI SUKSESINDO
XMLDetoksifikasi merupakan proses penghilangan dan penetralan senyawa kimia dan logam berat lainya yang berbahaya bagi lingkungan. Proses detoksifikasi menjadi salah satu bagian penting dalam setiap pabrik pengolahan mineral. Air limbah hasil dari pengolahan mineral yang mengandung logam berat telah menjadi isu lingkungan yang menyita perhatian banyak pihak, mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berakibat buruk bagi kehidupan makhluk hidup. Pada PT Bumi Suksesindo detoksifikasi dilakukan untuk menjaga kestabilan level larutan pada setiap kolam (pond) dari sisa hasil produksi, agar tidak meluap pada permukaan. Saat ini PT Bumi Suksesindo berencana akan menerapkan metode detoksifikasi yang baru (new process). Perbedaan antara metode detoksifikasi yang lama (existing) dengan new process pada tahapan penambahan reagen ferric sulphate dan TMT-15 serta asam sulfat untuk menurunkan nilai pH. Sehingga diperlukan uji coba untuk penurunan konsentrasi logam tembaga dan arsenik yang optimum. Percobaan dilakukan di Laboratorium PT Bumi Suksesindo dengan membandingkan metode existing dengan metode new process. Pada metode existing percobaan dilakukan pada pH tinggi (11; 11,5; 12; 12,5; 13) dan pH rendah (6; 6,5; 7; 7,5; 8) serta variasi konsentrasi ferric sulphate, sedangkan pada metode new process percobaan dilakukan pada pH tinggi (11; 11,5; 12; 12,5; 13). Percobaan dilakukan dengan menggunakan larutan BLS CIC sisa hasil proses adsorpsi. Larutan hasil percobaan dilakukan pengujian menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada pH tinggi (11; 11,5; 12; 12,5; 13), arsenik membentuk endapan kalsium arsenat (Ca3(AsO4)2) , sedangkan tembaga membentuk tembaga hidroksida (Cu(OH)2. Pada pH rendah (6; 6,5; 7; 7,5; 8), arsenik membentuk ferric arsenate (FeAsO4), namun tembaga tetap membentuk tembaga hidroksida (Cu(OH)2. Berdasarkan hasil penurunan konsentrasi arsenik dan tembaga, optimasi proses detoksifikasi pada metode new process menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi paling optimal terjadi pada pH 13, yaitu arsenik sebesar 0,096 ppm dan tembaga 0,165 ppm dengan konsumsi reagen sebesar 2.211 USD. Sedangkan pada metode existing penurunan konsentrasi paling optimal yaitu terjadi pada pH 6,5 yaitu arsenik sebesar 0,121 ppm dan tembaga sebesar 0,925 ppm, dengan biaya konsumsi reagen sebesar 1.384 USD. Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan konsumsi reagen, metode existing menunjukkan nilai biaya reagen paling rendah yaitu pada nilai pH 8 dan konsentrasi Ferric Sulphate sebesar 4 mol. Metode existing tersebut menghasilkan konsentrasi arsenik 0,351 ppm dan tembaga 0,6 ppm dengan biaya konsumsi reagen sebesar 1.367 USD.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Lintang Andriani - Personal Name
|
| Student ID |
20133020
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.028 LIN o
|
| Copyright | |
| Doi |







