<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/home/u1486119/public_html/repository.pepbandung.ac.id/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="264">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Perbedaan Metode Detoksifikasi terhadap Penurunan Kandungan Sianida Hasil Proses Leaching di PT Geoservices]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Issa Putra Legawa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Imelda Hutabarat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tedi Yunanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudiyansah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Cipta Panghegar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[0]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sianida merupakan bahan kimia yang digunakan pada proses pelindian (leaching) Sianida merupakan racun yang sangat berbahaya untuk ekosistem jika tidak diberikan perlakuan (treatment) khusus. Metode penurunan kandungan sianida pada tailing hasil proses leaching adalah detoksifikasi. Detoksifikasi ini memiliki banyak jenis metode dan yang selama ini diterapkan di PT Geoservices adalah detoksifikasi dengan media kaporit. Kelebihan metode detoksifikasi kaporit ini adalah biaya yang murah serta waktu penurunan sianida yang cepat. Di sisi lain metode ini juga memiliki kekurangan yaitu kaporit yang hanya bisa sekali pakai dan harus langsung dibuang. Pada penelitian ini diujikan beberapa metode detoksifikasi yaitu: detoksifikasi natural (dengan cahaya matahari), detoksifikasi dengan caro’s acid, detoksifikasi dengan Sodium Metabisulfit (SMBS), dan detoksifikasi dengan kaporit. Tujuan dari pengujian beberapa metode detoksifikasi tersebut adalah untuk mengamati laju penurunan sianida serta pengelolaan keselamatan yang dibutuhkan untuk proses tersebut. Kemudian tujuan lainnya yaitu untuk mencari referensi metode detoksifikasi lain yang mungkin dapat diterapkan di PT Geoservices untuk kedepannya dengan pertimbangan kebutuhan waktu dan pengelolaan keselamatannya. Untuk masing-masing metode detoksifikasi yang diujikan, membutuhkan treatment awal untuk sampel yang akan didetoksifikasi. Treatment yang diberikan ke masing-masing sampel kurang lebih semua sama yaitu dengan ditimbang masing-masing kurang lebih 1 kg untuk 1 metode detoksifikasi. Kemudian, setelah ditimbang, sampel sejumlah 1 kg tersebut akan dimasukan ke dalam sebuah bak (ember) dengan kapasitas 15liter untuk ditambahkan tapped water (air keran) sebanyak 1liter untuk semua metode. Selanjutnya sampel untuk metode detoksifikasi natural akan diletakan di bawah pancaran sinar matahari langsung, untuk metode detoksifikasi dengan caro’s acid ditambahkan larutan kimia bernama caro’s acid itu sendiri sebanyak 5 ml kemudian sampel diletakan di dalam ruangan penyimpanan bahan kimia berbahaya supaya tetap steril dan tidak membahayakan pekerja lain. Kemudian untuk metode detoksifikasi dengan Sodium Metabisulfite (SMBS), sampel ditambahkan larutan kimia SMBS itu sendiri sebanyak 5 ml kemudian sampel diletakan di ruangan penyimpanan bahan kimia agar kondisinya tetap steril. Kemudian yang terakhir adalah metode detoksifikasi dengan kaporit, pada metode ini sampel ditambahkan larutan kaporit sebanyak 5 mg kemudian sampel akan disimpan di ruangan penyimpanan bahan kimia agar kondisinya tetap steril. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka didapatkan data trend penurunan konsentrasi sianida. Metode alami dengan paparan sinar matahari membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 5 hari, akan tetapi kebutuhan biaya untuk metode ini sangatlah rendah karena metode ini tidak membutuhkan penambahan senyawa kimia apapun. Kemudian metode kedua adalah detoksifikasi dengan caro’s acid, waktu yang dibutuhkan metode caro’s acid untuk menurunkan konsentrasi sianida ke < 0,5 ppm adalah 120 menit, akan tetapi metode ini memiliki resiko yang tinggi dikarenakan caro’s acid bersifat asam kuat yang akan berbahaya jika terkontak dengan tubuh. Metode detoksifikasi sodium metabisulfit (SMBS) membutuhkan waktu 90 menit hingga mencapai < 0,5 ppm. Metode detoksifikasi menggunakan kaporit membutuhkan waktu 180 menit pada percobaannya sehingga konsentrasi sianida < 0,5 ppm. Akan tetapi proses ini terbilang aman karena kaporit yang bersifat netral dan tidak berbahaya. Penerapan metode detoksifikasi baru di PT Geoservices dengan metode caro’s acid membutuhkan waktu detoksifikasi 120 menit untuk mencapai konsentrasi sianida < 0,5 ppm (mg/l) dari nilai awal konsentrasi sianida 21,3 mg/l, hanya risiko yang ada perlu ditekan dengan penggunaan perlengkapan keamanan yang memadai untuk keselamatan operator dan juga peralatan operasional perusahaan. Akan tetapi terdapat potensi metode detoksifikasi lainnya yang dapat dengan cepat menurunkan konsentrasi sianida < 0,5 ppm, yaitu metode detoksifikasi SMBS dengan waktu 90 menit, namun dengan konsentrasi sianida awal 16 mg/l. Kelebihan metode SMBS daripada metode caro’s acid yaitu memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih rendah.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[teknologi metalurgi]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[669.028]]></classification><ministry><![CDATA[27401]]></ministry><studentID><![CDATA[20133019]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><departementID><![CDATA[]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Repositori PEPB]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[669.028 ISS p]]></shelfLocator>
</location>
<slims:image><![CDATA[20133019_-_Cover_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[264]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-02-19 10:45:14]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-02-19 10:45:14]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>