KAJIAN TEKNIS LEMPARAN FLYROCK PADA OPERASI PELEDAKAN OVERBURDEN DI PT BERAU COAL SITE BINUNGAN BLOK 7, KALIMANTAN TIMUR

Detail Cantuman

Text

KAJIAN TEKNIS LEMPARAN FLYROCK PADA OPERASI PELEDAKAN OVERBURDEN DI PT BERAU COAL SITE BINUNGAN BLOK 7, KALIMANTAN TIMUR

XML

PT Berau Coal merupakan perusahaan pertambangan dengan komoditi batubara yang didirikan pada 7 September 2005. PT Berau Coal memiliki 4 (empat) area penambangan yaitu Lati, Binungan, Sambarata, dan Gurimbang. Pembongkaran tanah penutup (overburden) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebagai upaya pengambilan cadangan batubara. Pembongkaran overburden menggunakan metode pengeboran dan peledakan untuk pemberaian lapisan overburden, supaya mempermudah proses pengangkutan oleh alat gali muat. Salah satu efek yang timbul terhadap lingkungan adalah adanya flyrock atau batu terbang. Flyrock adalah batuan pecahan hasil peledakan yang terlempar ke sekitar area peledakan. Flyrock dapat membahayakan manusia atau unit yang berada dekat dengan area peledakan. Flyrock perlu dianalisis guna dapat memprediksi jarak lemparannya dan melakukan penanggulangan atas lemparan tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengurangi radius jarak aman bagi alat. Penelitian dilakukan dengan mengukur jarak lemparan aktual menggunakan bantuan software tracker. Hasil tracker digunakan sebagai data lemparan flyrock aktual. Data yang diolah di software tracker merupakan rekaman video peledakan dengan menggunakan drone. Dari 30 data yang diambil didapatkan nilai jarak lemparan terjauh 62,90 m. Metode yang digunakan untuk menganalisis perkiraan lemparan flyrock secara teoritis adalah metode analisis dimensi oleh Ebrahim Ghasemi (2012) dan teori Teori Richard dan Moore (2005). Dari hasil perhitungan prediksi jarak lemparan flyrock dengan menggunakan teori Ebrahim Ghasemi yaitu 54,64 m dan hasil dari teori Richard dan Moore mekanisme face burst yaitu 68,25 m dan mekanisme cratering yaitu 62,76 m. Hasil standar deviasi yang didapat dengan menggunakan teori Ebrahim Ghasemi yaitu 6,73, untuk hasil dari teori Richard dan Moore mekanisme face burst yaitu 5,38 untuk mekanisme cratering yaitu 6,25. Hasil persen eror yang didapat dengan menggunakan teori Ebrahim Ghasemi yaitu 12,03%, untuk hasil dari teori Richard dan Moore mekanisme face burst yaitu 10,76% dan mekanisme cratering yaitu 10,97%. Adapun faktor- faktor yang paling mempengaruhi lemparan maksimum flyrock aktual yaitu burden awal dengan nilai 63,25% dan tinggi stemming dengan nilai 41,62%.
Kata Kunci : Ebrahim Ghasemi (2012), Flyrock, Peledakan, Radius jarak aman, Richard dan Moore (2005)


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Helmi Elisa Sihaloho - Personal Name
Student ID
21132020
Dosen Pembimbing
Rochsyid Anggara - - Dosen Pembimbing 1
Suparno - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Asep Rohman - - Penguji 1
Mesias Citra Dewi - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
31301
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
622 HEL k
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail