Text
ANALISIS PENGARUH DISSOLVED OXYGEN PADA PELINDIAN MENGGUNAKAN NATRIUM SIANIDA DAN SODIUM SIANURAT TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK DI PT ANTAM UBPE PONGKOR
XMLEkstraksi bijih emas biasanya dilakukan dengan metode hidrometalurgi atau pelindian menggunakan sebuah reagen. Proses ekstraksi ini bertujuan untuk mendapatkan logam berharga seperti emas dan perak yang terbebas dari logam pengotornya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi persen esktraksi selama pelindian yaitu tipe bijih yang digunakan dan kadar oksigen di dalam slurry. Tipe bijih emas yang ada di PT ANTAM UBPE Pongkor yaitu Pregrobbing, bijih ini mengandung mineral carbonaceous yang dapat menyerap kembali emas yang telah larut dalam larutan sehingga persen ekstraksi yang dihasilkan dapat menurun. Sampel yang digunakan berasal dari front Pertambangan Ciguha dengan kandungan carbonaceous dan silikat berada di kondisi tertinggi dibandingkan dengan ketiga front lainnya, dimana kandungan carbonaceous berada di angka 0.09% dan silikat berada diangka 97%.
Kadar oksigen di dalam tangki pelindian seringkali berada dibawah parameter, hal ini diakibatkan oleh mesin kompresor untuk menginjeksi oksigen mengalami kerusakan. Oleh karena itu dibutuhkan bahan aditif untuk mengatur dissolved oxygen dan reagen pelindian yang dapat meningkatkan persen ekstraksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan ekstraksi yaitu dengan menambahkan bahan aditif hidrogen peroksida (H2O2) yang merupakan agen oksidatif kuat. Salah satu upaya lain yaitu dengan mencari reagen pelindian alternatif selain sianida, dalam penelitian ini digunakan sodium sianurat untuk mengetahui perbandingan persen ekstraksi antar natrium sianida dan sodium sianurat.
Pengujian dilakukan di laboratorium metalurgi untuk menentukan variasi dissolved oxygen optimum yang dapat memberikan nilai persen ekstraksi emas dan perak yang paling tinggi. Metode pengujian yang digunakan yaitu Bottle Roll Test dengan variasi dissolved oxygen 4 mg/L, 6 mg/L, 8 mg/L dan 10 mg/L menggunakan konsentrasi natrium sianida dan sodium sianurat 900 ppm.
Konsentrasi reagen didapat dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Analisis kadar emas dan perak dalam solid menggunakan metode uji fire assay sedangkan untuk solution menggunakan metode uji Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil pengujian menunjukkan pada pengujian variasi dissolved oxygen menggunakan reagen pelindian natrium sianida persen ekstraksi emas dan perak tertinggi dicapai pada konsentrasi 10 mg/L dengan nilai persen ekstraksi 85,09% untuk emas dan 85,73% untuk perak. Pada pengujian kedua menggunakan sodium sianurat persen ekstraksi tertinggi dicapai pada konsentrasi 10 mg/L dengan nilai persen ekstraksi 75,02% untuk emas dan 65,06% untuk perak.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Rahmi Nurul Aini - Personal Name
|
| Student ID |
21133020
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.9 RAH a
|
| Copyright | |
| Doi |







