ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI SIANIDA PADA PELINDIAN EMAS MENGGUNAKAN REAGEN NATRIUM SIANIDA DAN FLORREA GOLDIX 570 TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK DI PT ANTAM UBPE PONGKOR

Detail Cantuman

Text

ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI SIANIDA PADA PELINDIAN EMAS MENGGUNAKAN REAGEN NATRIUM SIANIDA DAN FLORREA GOLDIX 570 TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK DI PT ANTAM UBPE PONGKOR

XML

Metode ekstraksi emas umumnya dilakukan secara hidrometalurgi. PT ANTAM UBPE Pongkor menggunakan metode ekstraksi secara hidrometalurgi yaitu agitation leaching. Mineralogi bijih emas di PT ANTAM UBPE Pongkor merupakan emas tipe sulfida rendah dan tipe pregrobbing, Mineral sulfida yang terdapat pada bijih emas akan mengonsumsi sianida yang digunakan sebagai reagen sehingga ion sianida yang terbentuk akan teradsopsi pada permukaan emas dan akan menghambat proses pelarutan. Agitation leaching adalah proses pelarutan emas menggunakan pelarut berupa sianida, sianida digunakan karena mampu untuk melarutkan emas dan memiliki nilai recovery yang tinggi sehingga dinilai ekonomis untuk industri, Namun penggunaan sianida memiliki dampak buruk bagi lingkungan karena memiliki tingkat toksisitas yang tinggi. Kehadiran mineral carbonaceous yang ada pada bijih di PT ANTAM UBPE Pongkor dapat menyerap emas dengan sangat kuat pada proses agitation leaching sehingga persen ekstraksi emas akan menurun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nilai toksisitas pada pelindian emas dan meningkatkan persen ekstraksi adalah mencari reagen pelindian pengganti sianida yang lebih ramah lingkungan dan memiliki sifat yang sama seperti sianida sehingga dapat diketahui pengaruh reagen terhadap persen ekstraksi bijih emas dengan tipe pregrobbing. Dalam penelitian ini digunakan reagen yaitu Florrea Goldix 570. Pada penelitian ini mengambil sampel bijih emas yang berasal dari front Pertambangan Ciguha dengan tipe bijih pregrobbing. Pada tipe bijih pregrobbing terdapat mineral carbonaceous dan silikat dengan kandungan mencapai 97%, mineral ini dapat menyerap kembali emas yang telah larut. Penelitian dilakukan di laboratorium metalurgi dengan metode bottle roll test. Untuk menganalisis kadar emas dan perak didalam solution digunakan metode AAS dan untuk menganalisis padatan menggunakan metode fire assay. Pada penelitian ini digunakan variasi berupa konsentrasi reagen pelindian yang digunakan yaitu 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, dan 1000 ppm.
Bedasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa peningkatan konsentrasi reagen
pelindian akan meningkatkan persen ekstraksi hingga sampai titik maksimumnya dan akan mengalami penurunan persen ekstraksi pada konsentrasi yang lebih tinggi. Pada pelindian menggunakan reagen sianida, persen ekstraksi terus meningkat hingga titik maksimumnya pada konsentrasi 900 ppm yaitu 90,01 % untuk emas dan 83,90 % untuk perak. Hal serupa juga dialami pada pelindian menggunakan Goldix yang memperoleh persen ekstraksi tertinggi pada konsentrasi 900 ppm dengan perolehan 77,34 % untuk emas dan 40,82 % untuk perak.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Fari Fahmi - Personal Name
Student ID
21133011
Dosen Pembimbing
Fahny Ardian - - Dosen Pembimbing 1
Tedi Yunanto - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Imelda Hutabarat - - Penguji 1
Cipta Panghegar - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.9 FAR a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail