ROOT CAUSE ANALYSIS KERUSAKAN HEATER PADA HIGH SPEED GOLD ELECTROREFINING PT ANEKA TAMBANG UNIT BISINIS PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN LOGAM MULIA

Detail Cantuman

Text

ROOT CAUSE ANALYSIS KERUSAKAN HEATER PADA HIGH SPEED GOLD ELECTROREFINING PT ANEKA TAMBANG UNIT BISINIS PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN LOGAM MULIA

XML

Penelitian ini difokuskan untuk memahami lebih dalam tentang penyebab kerusakan pada heater serta untuk meningkatkan kinerja dan masa pakai heater High Speed Gold Electrorefining (HSGE) dalam proses electrorefining di PT Antam UBPP LM (PT Antam UBPP LM). Dalam upaya mencapai tujuan khusus tersebut, faktor utama yang menyebabkan putusnya heater HSGE diidentifikasi dan akar permasalahan yang mengakibatkan umur pakai heater HSGE menjadi rendah di lingkungan operasional perusahaan untuk menganalisis.
Metode penelitian dimulai dengan tahap observasi visual di HSGE dan wawancara dengan operator serta divisi Maintenance. Setelah itu, dilakukan pengumpulan data untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab dengan memanfaatkan alat analisis seperti diagram tulang ikan (Fish Bone Analysis). Berdasarkan data yang terkumpul, hipotesis-hipotesis dirumuskan untuk kemudian dianalisis dengan metode "5 Why", di mana pertanyaan "mengapa?" diajukan berulang hingga mencapai akar permasalahan.
Hasil dari analisis tersebut memberikan kesimpulan yang digunakan sebagai landasan unutk mengembangkan perbaikan atau penyesuaian pada proses electrorefining yang ada menunjukkan akar permasalahan tingginya frekuensi putus heater pada proses electrorefining adalah overheating heater yang disebabkan larutan elektrolit berada dibawah batas minimal heater. Kesimpulan dari analisis masalah menunjukkan bahwa tidak ada prosedur terkait pengecekan minimal batas air pada bak electrorefining yang menjadi penyebab utama putusnya heater.
Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya penyusunan prosedur yang jelas terkait pemantauan tingkat larutan elektrolit pada heater untuk mencegah potensi overheating pada heater. Proses penyusunan prosedur tersebut membutuhkan kerja sama antara tim operasional dan maintenance. Selanjutnya, monitoring terhadap larutan elektrolit perlu dilakukan secara rutin dalam setiap shift oleh petugas baik dari operator maupun maintenance. Untuk memastikan konsistensi dalam pemantauan, asisten manajer juga harus membuat jadwal pemantauan yang dilakukan setiap jam oleh setiap petugas HSGE.
Kesimpulan dari hasil analisis masalah ini menunjukan bahwa kurangnya prosedur terkait pengecekan batas minimal larutan pada bak electrorefining menjadi penyebab yang utama dari putusnya heater. Oleh karena itu, rekomendasi bagi perusahaan adalah perlunya prosedur khusus terkait pemantauan batas larutan dalam bak electrorefining dan peninjauan ulang jadwal operasional alat electrorefining, serta peningkatan kesadaran dan tanggung jawab seluruh tim terhadap pemantauan dan pemeliharaan sistem secara menyeluruh. Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan kinerja dan umur pakai heater HSGE dapat ditingkatkan secara signifikan.
Kata Kunci : Heater, Electrorefining, HSGE, Emas, Maintenance


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Student ID
21133002
Dosen Pembimbing
Imelda Hutabarat - - Dosen Pembimbing 1
Rudiyansah - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Cipta Panghegar - - Penguji 1
Fahry Ardian - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669 ALO r
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail