Text
OPTIMASI PENINGKATAN PERSEN EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK PADA PROSES PELINDIAN BIJIH TIPE CLAY DI PT INDO MURO KENCANA
XMLBijih tipe clay merupakan tipe bijih yang mengandung banyak tanah liat, sehingga dalam pengolahnnya dapat menghambat kelancaran beberapa proses, termasuk proses pelindian sehingga Recovery yang dihasilkan bijih tipe clay rendah yaitu 93% emas. Untuk meningkatkan persen ekstraksi bijih emas dan perak tipe clay, maka dilakukan penelitian dengan judul Optimasi Peningkatan Persen ekstraksi Emas dan Perak Pada Proses Pelindian Bijih Tipe Clay di PT Indo Muro Kencana. Pengujian ini diawali dengan melakukan studi literatur mengenai proses pelindian menggunakan metode sianidasi, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pelindian, serta penggunaan karbon aktif dan timbal nitrat. Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan alat dan bahan, sampel bijih clay didapat pada Run of Mine (ROM) Pad PT IMK. Preparasi diawali dengan mengeringkan sampel menggunakan oven dengan suhu 105oC. Setelah sampel dikeringkan, sampel di crushing menggunakan Jaw Crusher (skala lab) dengan ukuran bukaan akhir 2mm, lalu sampel dihomogenkan menggunakan Mini Molen. Selanjutnya sampel digerus menggunakan Pulverizer lalu di sizing menggunakan sieve ukuran -75 μm dan -53 μm. Tahap selanjutnya adalah melakukan preparasi peralatan untuk Leach Test, diawali dengan merangkai tangki pelindian dengan memasangkan selang yang terhubung dengan tabung oksigen untuk mensuplai dissolved oxygen (DO) ketika proses pelindian berlangsung. Selanjutnya memasang agitator dengan shaft dan propeller guna pengadukan. Tahap selanjutnya adalah uji pelindian. Pengujian ini dilakukan beberapa rancangan percobaan, pada uji pelindian pertama adalah untuk mencari persen ekstraksi terbaik di antara 4 (empat) tangki, kondisi tangki 1 menggunakan variabel bebas ukuran bijih -53 μm tanpa tambahan DO, tangki 2 menggunakan ukuran bijih -53 μm dengan DO 20 ppm, tangki 3 menggunakan ukuran bijih -75 μm dengan DO 20 ppm, dan tangki 4 menggunakan ukuran bijih -75 μm tanpa tambahan DO. Masing–masing tangki menggunakan variabel terikat yang sama yaitu pH, konsentrasi sianida, densitas, %passing, specific gravity, solid, solution, dan waktu pelindian selama 48 jam. Pengambilan sampel larutan dilakukan pada jam ke-2, ke-4, ke-8, ke-24, dan ke-48 serta dilakukan monitoring pH, DO, dan konsentrasi sianida. Setelah mendapat persen ekstraksi tertinggi dari keempat pengujian, dengan variabel terikat yang sama, dilakukan uji pelindian kedua untuk mendapatkan peningkatan persen ektraksi yang optimum menggunakan 3 tangki. Kondisi tangki 1 menggunakan NaCN +250 ppm, tangki 2 menggunakan karbon 30 gpl, dan tangki 3 menggunakan Pb(NO3)2 0,25 gram. Pada uji pelindian pertama, didapatkan hasil persen ekstraksi emas tertinggi yang didapat pada sampel dengan ukuran partikel -53 μm dan penambahan DO 20 ppm yaitu 93,1% emas dan 71% perak sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran partikel dapat meningkatkan persen ekstraksi emas dan perak terkait derajat liberasi sehingga dapat memperbesar luas permukaan kontak antara logam dengan sianida. DO juga berperan penting dalam peningkatan persen ekstraksi emas dan perak karena dapat meningkatkan laju kelarutan emas dan perak. Selanjutnya pada uji pelindian kedua didapatkan peningkatan persen ekstraksi emas dan perak yang tinggi pada penggunaaan karbon aktif 30 gpl yaitu 97,7% emas dan 79,3% perak dan pada penggunaan timbal nitrat 0,25 gram yaitu 97,7% emas dan 79,2% perak sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan karbon aktif dan timbal nitrat berperan penting dalam peningkatan persen ekstraksi emas dan perak, dimana karbon aktif berperan dalam proses adsorbsi emas dan perak, lalu timbal nitrat dapat mempengaruhi kinetika reaksi pelindian. Pada penggunaan sianida 1000 ppm terjadi peningkatan persen ekstraksi yang kurang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sianida melebihi 1000 ppm tidak dapat meningkatkan persen ekstraksi dengan efektif. Dari penelitian ini, ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya, yaitu penambahan variasi waktu pelindian diatas 48 jam, serta penambahan variabel konsentrasi pada variabel NaCN, karbon aktif, dan timbal nitrat. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk perusahaan PT IMK dan pembaca sebagai acuan dalam proses pengolahan bijih tipe clay.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Sultan Tabah Muharam - Personal Name
|
| Student ID |
19133033
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2022 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.2 SUL o
|
| Copyright | |
| Doi |







