Text
STUDI PENGARUH WAKTU ADSORPTION KARBON AKTIF TERHADAP RECOVERY EMAS DAN PERAK PADA JENIS PREGNANT LEACH SOLUTION DI PT BUMI SUKSESINDO
XMLPenelitian Tugas Akhir ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian adsorption skala lab. Metode adsorption adalah penyerapan secara kimia yang dilakukan oleh suatu zat terhadap mineral-mineral lain. Memproses pregnant leach solution yang keluar dari heap leach menggunakan metode adsorption. Penelitian dimulai dengan melakukan pengambilan sampel PLS (Pregnant leach solution), PLS ini merupakan hasil dari penelitian leaching yang dilakukan oleh Goldagrathcia pada tahun 2022 dengan judul Pengaruh Penambahan Glycine Pada Pengolahan Emas Menggunakan Metode Agitation Leaching Test di PT Bumi Suksesindo. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Metalurgi PT Bumi Suksesindo. Pengambilan sampel ini merupakan tahap persiapan bahan atau sampel yang akan digunakanan dalam penelitian. Sampel PLS yang digunakan yaitu 1 liter/penelitian dengan pengambilan 100 ml untuk dianalisis kandungan Au dan Ag. Pada penelitian ini akan membahas tentang analisis pregnant leach solution berdasarkan waktu adsorption karbon aktif. Variasi waktu adsorption adalah melihat berdasarkan dari hasil recovery paling tinggi, yaitu pada variasi 30, 45, 60 menit. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang telah dilakukan pada penelitian, dilakukan rata-rata pada data hasil recovery adsorption. Pregnant leach solution (PLS) pada ketiga variasi waktu adsorption karbon aktif ini dengan menggunakan metode penelitian adsorption. Pada hasil penelitian adsorption karbon aktif ini kecenderungan recovery emas dan perak meningkat dengan seiring meningkatnya waktu. Karena waktu kontak merupakan hal yang menentukan dalam proses adsorpsi. Gaya adsorption molekul dari suatu zat terlarut akan meningkat seiring dengan menurunnya suhu dan apabila waktu kontaknya dengan karbon aktif makin lama. Umpan yang masuk ke dalam adsorption dimana kandungan emas dan perak dari PLS yang mengandung gylcine lebih tinggi daripada yang tidak mengandung glycine. Hal ini disebabkan karena glycine dapat mengikat Cu pada proses leaching dan CN dapat lebih banyak mengikat Au dan Ag daripada PLS non glycine. Sehingga pada proses adsorption karbon aktif akan lebih banyak menyerap Au dan Ag sedangkan Cu terikat dengan glycine menjadi tail. Dari hasil penelitian juga terlihat pada Gambar 4.8 dan Gambar 4.9 pada variasi waktu 30 menit sampel non glycine recovery Au 12,65% Ag 18,18%, PLS glycine 0,2 gram recovery Au 12,35% Ag 23,44%. Ada kemungkinan karena waktu kontak yang rendah larutan PLS dengan glycine yang berkadar emas dan perak yang lebih tinggi maka penyerapan emas dan perak dengan karbon aktif masih belum efesien. Untuk waktu kontak yang tinggi 45 menit ke atas terlihat bahwa recovery emas pada PLS glycine lebih tinggi daripada PLS non glycine. Pada waktu kontak 60 menit diperoleh recovery Au 23,88% Ag 21,59% pada sampel PLS non glycine. Pada sampel PLS glycine 0,2 gram recovery Au 27,83% Ag 30,88%. Dari hasil rata-rata recovery ketiga variasi tersebut akan dipilih mana variasi waktu yang membuat recovery Au dan Ag menjadi paling tinggi. Dapat dilihat pada variasi 60 menit non glycine recovery Au 23,88% Ag 21,59%, glycine 0,2 gram recovery Au 27,83% Ag 30,88%. Sehingga recovery yang paling tinggi terdapat pada glycine 0,2 gram dengan variasi waktu 60 menit recovery Au 27,83% Ag 30,88%.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Muhammad Chairul Luthfi Kamal - Personal Name
|
| Student ID |
19133018
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2022 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.028 MUH s
|
| Copyright | |
| Doi |







