<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/home/u1486119/public_html/repository.pepbandung.ac.id/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="149">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN DAN PANJANG PUKULAN SHAKING TABLE TERHADAP RECOVERY TIMAH DARI SISA HASIL PENCUCIAN (SHP) DI PROYEK TAMBANG BESAR PRIMER BATU BESI PT TIMAH Tbk]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kristian Hengka Palanyo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tedi Yunanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Bouman Tiroi Situmorang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[0]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Proyek Tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk merupakan perusahaan pertambangan logam timah. Metode penambangan yang digunakan adalah dengan metode tambang terbuka, dimana komoditas endapan timah dapat ditemukan dalam bentuk bijih timah primer. Proses pengolahan bijih timah di Proyek tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk secara umum menggunakan proses basah. Proses ini diawali dengan bijih timah yang diterima dari tambang darat dilakukan penggerusan menggunakan ball mill. Kemudian dilanjutkan klasifikasi ukuran sesuai standar (150 mesh) dengan menggunakan vibrating screen. Proses selanjutnya yaitu dilakukan pemisahan dari mineral pengotor menggunakan shaking table. Penggunaan shaking table di Proyek Tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk belum mempunyai standar baku dalam pengoperasian, baik yang primary maupun yang secondary. Dalam pengoperasiannya, penggunaan shaking table masih trial dan error. Akibat dari pengaturan variabel operasi shaking table yang belum optimal, hal ini berpengaruh terhadap waktu dan biaya proses pencucian bijih timah primer serta terjadinya kehilangan mineral berharga (losses). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kajian terhadap variabel-variabel operasi shaking table. Adapun beberapa tujuan dari pelaksanaan penelitian pengaruh variabel kemiringan meja dan panjang pukulan pada shaking table terhadap recovery yaitu: i). menganalisis pengaruh kemiringan dan panjang pukulan shaking table terhadap recovery timah, dan ii). mendapatkan pengaturan kemiringan dan panjang pukulan yang optimum pada shaking table terhadap recovery timah. Kegiatan penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yang meliputi studi literatur, observasi, pengumpulan dan pengelompokkan data, pengolahan data, analisis data, serta penyusunan laporan. Tahapan studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang berhubungan dengan proses pencucian timah menggunakan alat shaking table khususnya terkait kemiringan dan panjang pukulan. Pengujian lapangan diawali dengan pengambilan sampel Sisa Hasil Pencucian (SHP) di area tailing damm yang terdapat di Proyek Tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk. Sampel kemudian ditimbang sebagai feed pada proses pencucian mengunakan shaking table dan selanjutnya dilakukan uji kadar mengunakan x-ray fluorescence portable. Sampel feed yang digunakan untuk uji lapangan sebanyak 300 kg setiap uji pencucian. Sampel tersebut sudah dilakukan uji kadar sebagai feed yang akan dilakukan proses pencucian mengunakan shaking table. Hasil dari proses pencucian akan dilakukan pemisahan sesuai ukuran mesh yaitu seberat 300 gr menggunakan sieve shaker. Ukuran lubang pada ayakan mesh yang digunakan adalah +50 mesh, +70 mesh, +100 mesh, +140, mesh, +200 mesh dan -230 mesh. Setelah dilakukan pemisahan sesuai dengan ukuran, sampel akan dilakukan uji kadar menggunakan x-ray fluorescence portable sesuai dengan ukuran mesh untuk mengetahui kadar timah dari setiap ukuran. Berdasarkan data dan hasil yang telah didapatkan dari serangkaian penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemiringan meja dan panjang pukulan mempengaruhi nilai recovery, Panjang pukulan 17 mm memiliki nilai perolehan recovery tertinggi dari kemiringan meja 1,3 ̊ & 3,5 ̊ sebesar 10,30%, panjang pukulan 20 mm memiliki nilai perolehan recovery tertinggi dari kemiringan meja 1,3 ̊ & 3,5 ̊ sebesar 13,05%, sedangkan panjang pukulan 23 mm memliki nilai recovery tertinggi dari kemiringan meja 1,3 ̊ & 3,5 ̊ sebesar 11,80%. Kombinasi kemiringan meja dan panjang pukulan dengan perolehan recovery tertinggi adalah pada variabel kemiringan meja 1,3 ̊ & 3,5 ̊ dengan panjang pukulan 20 mm dengan nilai recovery sebesar 13,05%. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, diantaranya yaitu untuk kegiatan penelitian selanjutnya perlu dilakukan penetapan terhadap laju air pembersih yang digunakan pada proses pencucian dan feed perlu dilakukan pengecilan ukuran kembali menggunakan road mill, tujuan dilakukannya proses pengecilan ukuran yaitu untuk meningkatkan kadar timah pada feed untuk proses pencucian menggunakan shaking table.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[teknologi metalurgi]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[669.028]]></classification><ministry><![CDATA[27401]]></ministry><studentID><![CDATA[19133016]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220804]]></identifier><departementID><![CDATA[]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Repositori PEPB]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[669.028 KRI a]]></shelfLocator>
</location>
<slims:image><![CDATA[19133016_-_Cover_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[149]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-11 10:11:50]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-11 10:11:50]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>