ANALISIS PERBEDAAN UKURAN PARTIKEL, WAKTU PELINDIAN, KONSENTRASI SIANIDA DAN LOKASI SAMPEL TERHADAP PEROLEHAN LOGAM EMAS MENGGUNAKAN METODE SIANIDASI DI PT GEOSERVICES

Detail Cantuman

Text

ANALISIS PERBEDAAN UKURAN PARTIKEL, WAKTU PELINDIAN, KONSENTRASI SIANIDA DAN LOKASI SAMPEL TERHADAP PEROLEHAN LOGAM EMAS MENGGUNAKAN METODE SIANIDASI DI PT GEOSERVICES

XML

PT Geoservices merupakan salah satu perusahaan jasa pengolahan hasil tambang yang proses pengolahan bijih emasnya menggunakan teknik hidrometalurgi dengan metode sianidasi. Jenis bijih sangatlah berpengaruh terhadap persen ekstraksi emas pada proses pelindian bijih emas. Bijih yang berasal dari lokasi yang berbeda akan memiliki karakteristik yang berbeda, misalnya ada bijih yang banyak mengandung silika yang tinggi yang membuat sampel bersifat keras. Lalu ada bijih yang banyak mengandung orthoclase yang tinggi dan bersifat keras, serta banyak mengandung dolomite yang bersifat clay (lunak) seperti tanah liat. Perbedaan karakteristik tersebut akan mengakibatkan perbedaan persen ekstraksi emas. Selain hal tersebut beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat perolehan emas, yaitu mineral induk, pH slurry dan waktu tinggal. Saat ini masih belum diketahui konsentrasi optimum dari ukuran partikel, waktu pelindian dan konsentrasi sianida yang digunakan pada proses pelindian. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk perolehan emas optimum di PT Geoservices. Adapun beberapa tujuan dari pelaksanaan penilitian proses sianidasi tersebut, yaitu: i). menganalisis perolehan logam emas (Au) dari variasi ukuran partikel, ii). menganalisis perolehan logam emas (Au) dari variasi waktu pelindian, iii). menganalisis perolehan logam emas (Au) dari variasi konsentrasi sianida, dan iv). mendapatkan ukuran partikel, waktu pelindian dan konsentrasi sianida terbaik pada ketiga sampel terhadap perolehan logam emas (Au). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sianidasi di laboratorium PT Geoservices Cikarang. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya vessel, shaft (pengaduk), motor stirrer, sianida, AgNo3, Rhodanine, Aquades dan Lime. Penelitian diawali dengan preparasi sampel yang berasal dari PT X dengan tiga lokasi yang berbeda yaitu sampel A, sampel B dan sampel C. Sampel diserahkan kepada divisi lain untuk diidentifikasi karakteristik bijihnya. Proses selanjutnya adalah pelindian emas dengan menggunakan sianida. Parameter yang digunakan pada proses pelindian bijih emas ini adalah konsentrasi sianida yang digunakan, yaitu 300, 500 dan 1000 ppm dengan ukuran partikel 150 dan 75 mikron, serta waktu pelindian selama 48 jam dengan pengambilan sampel pada jam ke 2, 4, 8, 12, 24, dan 48 jam. Berdasarkan data dan hasil yang telah didapatkan dari serangkaian penelitian yang dilakukan, proses pelindian dengan variasi ukuran partikel didapatkan hasil yang tertinggi pada ukuran partikel 75 mikron baik pada sampel A, sampel B dan sampel C. Pada sampel A persen ekstraksi emas yang didapat sebesar 62,2%, sampel B sebesar 72,3% dan sampel C sebesar 48,4%. Hasil persen ekstraksi emas dari pelindian dengan variasi waktu menunjukan bahwa waktu pelindian pada jam 24 adalah yang tertinggi untuk sampel A, sampel B, sampel C baik pada ukuran 150 dan 75 mikron. Pada sampel A persen ekstraksi emas optimum pada konsentrasi sianida 500 ppm dengan nilai 62,2%, kemudian pada sampel B pada konsentrasi 300 ppm dengan nilai 75,1% serta pada sampel C pada konsentrasi sianida 1000 ppm dengan nilai 51,4%. Dari hasil penelitian dengan menggunakan variasi konsentrasi sianida terhadap ukuran partikel 75 mikron menghasilkan nilai yang berbeda-beda. Sampel A menghasilkan nilai persen ekstraksi emas pada konsentrasi sianida 300 ppm sebesar 58,7%, kemudian pada konsentrasi sianida 500 ppm menghasilkan nilai sebesar 62,2 dan pada konsentrasi sianida 1000 ppm menghasilkan nilai sebesar 61,4%. Sampel B menghasilkan nilai persen ekstraksi emas pada konsentrasi sianida 300 ppm sebesar 75,1% kemudian pada konsentrasi sianida 500 ppm menghasilkan nilai persen ekstraksi emas sebesar 72,3% dan pada konsentrasi sianida 1000 ppm menghasilkan nilai persen ekstraksi emas sebesar 73,1%. Sampel C menghasilkan nilai persen ekstraksi emas pada konsentrasi sianida 300 ppm sebesar 42%, kemudian pada konsentrasi sianida 500 ppm sebesar 48% dan pada konsentrasi sianida 1000 ppm sebesar 51,4%. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, diantaranya yaitu untuk kegiatan penelitian selanjutnya perlu dilakukan penetapan terhadap laju putaran motor stirrer yang digunakan pada proses pelindian, kemudian sampel penelitian perlu dilakukan proses diagnostic leach test, tujuan dilakukannya proses diagnostic leach test yaitu untuk mengetahui distribusi atau deportasi emas dalam berbagai mineral.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Student ID
19133014
Dosen Pembimbing
Tedi Yunanto - - Dosen Pembimbing 1
Bouman Tiroi Situmorang - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.2 IMA a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail