STUDI PENGARUH LEAD NITRATE [Pb(NO3)2] DAN KONSENTRASI SIANIDA TERHADAP EKSTRAKSI EMAS DI PT SUCOFINDO

Detail Cantuman

Text

STUDI PENGARUH LEAD NITRATE [Pb(NO3)2] DAN KONSENTRASI SIANIDA TERHADAP EKSTRAKSI EMAS DI PT SUCOFINDO

XML

Hidrometalurgi merupakan ekstraksi mineral berharga dari mineral pengotornya menggunakan larutan atau reagen kimia untuk melarutkan logamnya. Teknik ini umum digunakan untuk memisahkan logam emas dari bijih emas. Proses hidrometalurgi yang sering digunakan untuk mengekstraksi emas adalah proses sianidasi. Permasalahan yang sering timbul pada proses ekstraksi adalah rendahnya persentase ekstraksi emas (Au) yang terlarut dalam larutan PLS (Pregnant Leach Solution). Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Apriani Sarempa (2019), tentang optimasi recovery emas dan perak dengan sianidasi pada deposit bijih emas kadar rendah, peneliti melakukan pengujian pada beberapa parameter, diantaranya variabel konsentrasi sianida, %solid, penambahan Pb(NO3)2, dan ukuran partikel. Pada penelitian tersebut hasil yang didapat bahwa penambahan Pb(NO3)2 tertinggi adalah 100 ppm dengan recovery emas 93,92% dan perak 91,28%. Arham dkk (2020), melakukan penelitian tentang ekstraksi bijih emas dengan metode pelindian agitasi dalam larutan sianida. Dari penelitian tersebut didapat hasil persen ekstraksi emas tertinggi sebesar 83,33% diperoleh pada konsentrasi natrium sianida sebesar 1000 ppm. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode sianidasi dimana pelindian dilakukan dengan cara mengaduk bijih emas dengan NaCN menggunakan beaker glass dan magnetic stirrer selama 24 jam dengan kondisi 40% solid dan pada pH 10,5 hingga 11. Bijih emas yang akan dianalisis merupakan sampel bijih emas dari PT XYZ salah satu perusahaan penambangan emas di Indonesia. Tahap awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah karakterisasi sampel menggunakan grading analisis, XRD dan fire assay, kemudian tahap yang dilakukan adalah pelindian dan tahap terakhir yaitu pembacaan kadar pada solution menggunakan ICP-OES. Variabel proses yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsentrasi Pb(NO3)2 dan konsentrasi NaCN, dengan masing masing variasi 150 ppm, 100 ppm, 50 ppm untuk Pb(NO3)2 dan 1500 ppm, 1000 ppm, 500 ppm untuk konsentrasi NaCN. Hasil analisis XRD menunjukan bahwa sampel dari PT XYZ merupakan bijih tipe oksida dengan komposisi mineral kuarsa 80% dan kalsit 20%. Kadar unsur emas dan perak yang terkandung pada sampel sebesar 32,71 ppm dan 216,3 ppm. Distribusi emas terbesar yang diperoleh dari grading analisis terdapat pada fraksi -200 mesh yaitu 44,94%. Penambahan Pb(NO3)2 mempengaruhi persen ekstraksi proses sianidasi dengan persen ekstraksi awal sebesar 81,03% tanpa penambahan Pb(NO3)2 menjadi 92 % setelah ditambahkan Pb(NO3)2 dengan dosis 50 ppm. Percobaan leaching dengan variasi konsentrasi Pb(NO3)2 dengan konsentrasi NaCN 1000 ppm diperoleh nilai persen ekstraksi emas pada konsentrasi 100 ppm sebesar 92,62% dan pada konsentrasi 150 ppm sebesar 92,39%. Percobaan leaching dengan variasi konsentrasi NaCN dengan konsentrasi Pb(NO3)2 100 ppm diperoleh nilai persen ekstraksi emas pada konsentrasi 500 ppm sebesar 86.8%, kemudian pada konsentrasi 1000 ppm sebesar 92,62% dan pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 91,75%.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Assyfaunnisa - Personal Name
Student ID
19133005
Dosen Pembimbing
Infantri Putra - - Dosen Pembimbing 1
Bouman Tiroi Situmorang - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.028 ASS s
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail