<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/home/u1486119/public_html/repository.pepbandung.ac.id/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="138">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ROOT CAUSE ANALYSIS TIDAK BEROPERASINYA ROTARY KILN DI PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aqil Syauqi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Imelda Hutabarat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Denny Lumban Raja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[0]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Proses pengolahan bijih nikel laterit di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park dilakukan di departemen feronikel dengan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) hingga menghasilkan produk berupa feronikel. Proses ekstraksi bijih nikel secara pyrometalurgi ini dimulai dengan proses pengeringan yang bertujuan untuk mengeringkan bijih nikel hasil tambang yang memiliki kadar air tinggi. Bijih diumpankan ke konveyor lalu dikeringkan dengan rotary dryer. Produk di proses pengeringan berupa bijih nikel kering. Proses selanjutnya bijih kering lalu diumpankan ke rotary kiln. Bijih kering dicampur dengan batubara sebelum masuk ke rotary kiln yang bertujuan agar dapat mereduksi oksida yang terkandung dalam bijih dan menghilangkan kadar air sepenuhnya dari 20 – 24% kadar air lalu di panggang di kiln sehingga kadar air dalam bijih menjadi 0%. Pada proses kalsinasi yang terjadi di rotary kiln sangat penting agar menghasilkan produk yang sesuai standar. Produk di rotary kiln adalah kalsin dengan suhu sekitar 700 – 7500C. Pada proses kalsinasi terkadang mengalami kendala sehingga rotary kiln dapat berhenti atau tidak beroperasi yang mengakibatkan produksi terganggu. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja dari rotary kiln sehingga dapat diketahui penyebabnya dan dilakukan pencegahan atau perbaikan. Dengan metode Root Cause Analysis (RCA) diharapkan mampu mengatasi masalah, dalam rangka untuk menemukan akar permasalahan. Untuk menganalisa permasalahan di rotary kiln pada penelitian ini menggunakan fishbone diagram sehingga mampu mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan meliputi material, manusia, mesin dan metode. Berdasarkan hasil faktor penyebab tidak beroperasinya rotary kiln dapat kita ketahui akar penyebabnya. Dari penyebab yang diketahui maka dapat diberikan rekomendasi atau pencegahan. Perlu adanya penyuluhan atau training kepada karyawan yang bekerja agar mengetahui situasi mesin yang tidak norrmal dan dapat mengatasinya. Mesin yang sudah mengalami kerusakan dapat dilakuan maintenance atau perawatan secara rutin. Sebelum melakukan proses diperlukannya inspeksi alat terlebih dahulu sesuai dengan SOP.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[pirometalurgi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[teknologi metalurgi]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[669.0282]]></classification><ministry><![CDATA[27401]]></ministry><studentID><![CDATA[19133003]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220805]]></identifier><departementID><![CDATA[]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Repositori PEPB]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[669.0282 AQI r]]></shelfLocator>
</location>
<slims:image><![CDATA[19133003_-_Cover_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[138]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-10 14:11:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-10 14:11:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>