ANALISIS LAJU AERASI DAN WAKTU PELINDIAN TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS PADA PROSES PELINDIAN EMAS MENGGUNAKAN TANGKI FLOTASI DENGAN METODE SIANIDASI

Detail Cantuman

Text

ANALISIS LAJU AERASI DAN WAKTU PELINDIAN TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS PADA PROSES PELINDIAN EMAS MENGGUNAKAN TANGKI FLOTASI DENGAN METODE SIANIDASI

XML

Dalam proses pelindian emas menggunakan sianida, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu konsentrasi sianida, oksigen terlarut, konsentrasi ion hidrogen, suhu, pengadukan, ion lain, luas permukaan dan waktu pelindian. Oksigen terlarut dan waktu pelindian merupakan faktor penting untuk dapat meningkatkan persen ekstraksi emas. Salah satu gagasan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut adalah dengan menginjeksikan udara ke dalam proses pelindian menggunakan tangki flotasi. Valve dan impeller yang terdapat pada tangki flotasi berfungsi untuk dapat mengatur dan mengeluarkan udara ke dalam proses pelindian. Selain itu, sebelum melakukan proses pelindian, penting halnya untuk mengetahui karakterisasi dan kadar sampel yang akan digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) untuk mendeskripsikan karakterisasi bijih emas, (ii) untuk menganalisis perbandingan proses pelindian menggunakan agitated leach tank dan tangki flotasi, (iii) untuk menganalisis laju aerasi terhadap proses pelindian emas dan tangki flotasi serta menentukan laju aerasi yang optimum dan (iv) menganalisis waktu terhadap proses pelindian emas serta menentukan waktu yang optimum. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah dengan analisis karakterisasi sampel menggunakan Au Fire Assay, Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES), LECO, X-Ray Diffraction (XRD) dan Grading Analysis. Percobaan pelindian dilakukan dengan variasi laju aerasi dan variasi waktu. Variasi aerasi yang digunakan adalah 2 liter/menit, 6 liter/menit dan 10 liter/menit, sedangkan variasi waktu yang digunakan adalah 8 jam, 24 jam dan 48 jam. Larutan dari setiap hasil pelindian kemudian dianalisis dengan menggunakan ICP-OES dan final residu (padatan) dianalisis dengan ICP-OES dan Au Fire Assay. Hasil karakterisasi menggunakan Au Fire Assay, ICP-OES, LECO dan XRD menunjukkan bahwa sampel bijih emas yang digunakan memiliki kadar emas (Au) sebesar 31,71 ppm, perak (Ag) 209,78 ppm, tembaga (Cu) 52,00 ppm, karbon (C) 2,77% dan sulfur (S) 0,14% serta dua mineral utama yaitu kuarsa (SiO2 ; 80%) dan kalsit (CaCO3 ; 20%). Distribusi emas terbesar pada proses Grading Analysis terdapat pada fraksi ukuran kasar (+212 mikron) dan ukuran halus (pan atau -75 mikron) yaitu masing-masing sebesar 40,22% dan 44,96%. Pada proses pelindian menggunakan variasi laju aerasi didapatkan laju aerasi optimum adalah laju aerasi 2 liter/menit dengan konsentrasi oksigen terlarut sebesar 7,43 ppm dan persen ekstraksi emas sebesar 82,52%. Sedangkan pada laju aerasi 6 liter/menit didapatkan persen ekstraksi emas sebesar 77,03% dan laju aerasi 10 liter/menit didapatkan persen ekstraksi emas sebesar 76,02%. Pada proses pelindian menggunakan variasi waktu didapatkan waktu proses pelindian yang optimum digunakan adalah 24 jam dengan konsentrasi oksigen terlarut sebesar 7,43 ppm dan persen ekstraksi emas sebesar 82,52%. Sedangkan pada waktu proses pelindian 8 jam didapatkan persen ekstraksi emas sebesar 80,51% dan waktu proses pelindian 48 jam didapatkan persen ekstraksi emas sebesar 75,36%. Namun dari hasil penelitian ini, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu dilakukan sampling pada jam ke-2, ke-4 dan ke-8 dan seterusnya untuk mengetahui kinetika pelindian yang bertujuan untuk mengetahui kendali laju reaksi. Untuk meningkatkan persen ekstraksi pada proses pelindian maka perlu dilakukan optimasi parameter proses pelindian seperti konsentrasi sianida, persen solid serta ukuran partikel agar kadar emas pada residu rendah. Warna keruh pada larutan hasil pelindian menggunakan tangki flotasi kemungkinan diakibatkan oleh kadar besi yang tinggi dan mineral lain yang ikut terlarut, maka perlu dilakukan analisis mengenai kadar besi dan mineral lain dari larutan hasil pelindian menggunakan tangki flotasi. Material dari tangki flotasi perlu dipertimbangkan untuk digunakan pada proses pelindian emas menggunakan sianida. Hal ini disebabkan karena apabila proses pelindian emas menggunakan sianida dilakukan dengan menggunakan material stainless steel pada tangki flotasi, dapat menyebabkan material tersebut ikut terlarut.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Annisa Chitra Alviana - Personal Name
Student ID
19133002
Dosen Pembimbing
Tedi Yunanto - - Dosen Pembimbing 1
Imelda Hutabarat - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.2 ANN a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail