KARAKTERISASI LITOLOGI PEMBAWA AIR ASAM TAMBANG BERDASARKAN PEMERIAN CONTO INTI BOR DAN ANALISIS GEOKIMIA UNTUK PEMODELAN POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM PADA PENAMBANGAN BATUBARA PT TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR

Detail Cantuman

Text

KARAKTERISASI LITOLOGI PEMBAWA AIR ASAM TAMBANG BERDASARKAN PEMERIAN CONTO INTI BOR DAN ANALISIS GEOKIMIA UNTUK PEMODELAN POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM PADA PENAMBANGAN BATUBARA PT TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR

XML

Penelitian ini dilakukan pada kawasan PT Trubaindo Coal Mining perusahaan batubara dibawah PT Indo Tambangraya Megah Group, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah pengelompokan karakteristik fisik dan kimia litologi yang berpotensi menghasilkan air asam tambang, mengetahui stratigrafi umum persebaran Potential Acid Forming (PAF) dan Non Acid Forming (NAF), dan membuat rekomendasi terhadap handling material Potential Acid Forming (PAF) berdasarkan pemodelan. Dengan adanya sumberdaya batubara yang melimpah di PT Trubaindo Coal Mining tidak menutupi adanya masalah yang timbul akibat bukaan tambang batubara. Adanya kontak air, udara dan mineral sulfida yang tinggi maka dapat diperkirakan sangat besar potensi menghasilkan air asam tambang. Air asam terbentuk pada lokasi penambangan memiliki pH yang rendah yaitu dengan pH <4,5. Pit 4000 Blok 29 merupakan pit yang dibuka tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu metode analisis dan metode deskriptif. Metode analisis adalah dengan Penentuan titik bor, pemboran full coring, logging geofisika, dan analisis geokimia. Hasil pengeboran pada Pit 4000 Blok 29 dengan total sampel sebanyak 55 sampel batuan, berdasarkan hasil analisis geokimia menggunakan metode static test terdapat 50,91% NAF dan 49,09% PAF. Sesuai dengan angka tersebut terdapat batuan yang berpotensi sebagai air asam tambang antara lain batuan alluvial sebesar 5,45%, Lanau pasiran 7,27%, Lanau Lempungan 3,64%, Lanau 3,64%, Pasir Kelanauan 1,82%, Lempung Pasiran 3,64%, Lempung Karbonan 21,82%, dan Lempung 1,82%, dengan ketebalan PAF OB 4000 sebesar 6,30 meter dan PAF UB 4000 sebesar 1,35 meter. Rekomendasi pengendalian dari material PAF tersebut yang paling efektif dengan memperhatikan kondisi lapangan adalah dengan cara menimbun material PAF pada pit yang akan dilakukan rekonsililasi pada bagian paling bawah sedangkan bagian atas dengan material Non Acid Forming yang disebut metode capsuling.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Prawita Putri Apriana - Personal Name
Student ID
19131021
Dosen Pembimbing
Asep M. I. Shiddiq - - Dosen Pembimbing 1
Fiati Nurmaya - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
34301
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
552 PRA k
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail