IDENTIFIKASI PROSPEK NIKEL LATERIT BERDASARKAN EKSPLORASI GEOKIMIA DAN ANALISIS KEMIRINGAN LERENG, KABUPATEN LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN

Detail Cantuman

Text

IDENTIFIKASI PROSPEK NIKEL LATERIT BERDASARKAN EKSPLORASI GEOKIMIA DAN ANALISIS KEMIRINGAN LERENG, KABUPATEN LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN

XML

Endapan nikel laterit merupakan salah satu bahan galian yang paling ekonomis bila ditemukan dalam cadangan yang besar dan berkadar tinggi. Nikel laterit ditandai dengan adanya logam oksida yang mengandung Ni dan Fe, khususnya batuan yang mengandung unsur Ni seperti peridotit dan serpentinit, yang dipengaruhi batuan asal, iklim, reagen – reagen kimia dan vegetasi, struktur geologi, topografi, serta waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi morfologi dan litologi di lokasi penelitian, karakteristik endapan nikel laterit dan untuk mengetahui batas sebaran endapan nikel laterit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan data primer berupa kenampakan laterit, vegetasi, morfologi, litologi yang nampak dipermukaan, analisis petrografi dan analisis kemiringan lereng. Hasil analisis secara megaskopis terhadap sampel laterit yaitu terdiri dari limonit didominasi oleh mineral hematit dan geotit. Ringkasan dari penelitian ini adalah daerah penelitian menunjukan bahwa area penelitian di dominasi oleh pedataran – perbukitan dengan derajat kemiringan 40 – 160 dengan ketinggian 391 – 900 Mdpl dan ditunjukan dengan kenampakan zona limonit pada saat melakukan pemetaan dan sampling. Batuan daerah penelitan berupa Peridotit yaitu Dunit, Lherzolit, Wehrlite. Komposisi mineral pada batuan yaitu olivin, orthopiroksen, krisotil, antigorit, klinopiroksen, mineral opak serta beberapa mineral sekunder yaitu serpentin. Berdasarkan analisis Atomic Absorption Spectrophometri (AAS) dan Peta sebaran, kadar Ni tertinggi terdapat pada arah selatan, utara dan timur pada lokasi penelitian dengan kadar tertinggi 0,7798% pada sampel Y01S, yang berada pada elevasi 560 mdpl. Daerah prospek terdapat pada arah utara dari lokasi penelitian dengan luas 248 Ha dan elevasi 400 – 700 mdpl dengan derajat kemiringan lereng 0 – 160 dan kadar Ni senilai 0,3729% - 0,7798%. Sehingga dapat dikategorikan sebagai daerah yang cukup ideal untuk terjadinya proses laterisasi dan serpentinisasi.
Kata kunci: analisis kemiringan lereng, eksplorasi, limonit, nikel laterit


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Yamin Haryadi - Personal Name
Student ID
20131027
Dosen Pembimbing
Dadan Wildan - - Dosen Pembimbing 1
Benny Bensaman - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Fiati Nurmaya - - Penguji 1
Sulistiyono - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
34301
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
622.3 YAM i
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail